Selasa, 25 Agustus 2015

Jeparaku Wisataku

Diposting oleh Unknown di 00.17 0 komentar
Bab I
Pendahuluan

1.1       Latar Belakang
Jepara merupakan kota kecil yang memiliki banyak kelebihan. Disamping dikenal sebagai kota ukir, Jepara juga memiliki keunggulan dalam bidang kepariwisataan. Jepara menyediakan objek-objek pariwisata hampir di seluruh wilayah, mulai dari Jepara kota hingga desa-desa yang memiliki pesona alam yang memukau. Namun, kadangkala tempat pariwisata yang sudah dipenuhi oleh banyak pengunjung, menjadikan pemerintah lupa untuk terus mengembangkan tempat-tempat pariwisata. Begitu pula pariwisata di luar kota, pemerintah kurang memperhatikan faktor pendukung. Padahal kalau dicermati, tempat wisata di luar kota masih memiliki keadaan alam yang asri dan tidak kalah diminati pengunjung.
Oleh karena itu, kami melakukan penelitian terhadap kondisi beberapa objek pariwisata di daerah Jepara.
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah dapat dirumuskan seperti berikut ini adalah bagaimana kondisi tempat wisata Sreni Indah dan Kartini Beach?
1.3       Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah siswa dapat mengetahui kondisi tempat wisata Sreni Indah dan Kartini Beach.
1.4       Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1.        Bagi siswa, untuk tentang kondisi tempat wisata Sreni Indah dan Kartini Beach.

2.     Bagi pemerintah dan masyarakat, untuk menambah wawasan tentang tempat – tempat  yang dinilai memiliki potensial sebagai objek pariwisata dan mengembangkannya.
  

Bab II
Deskripsi Objek

2.1       Hutan Pinus Sreni Indah
Di tengah hiruk pikuk keramaian kota, ada baiknya Anda menyempatkan diri untuk berwisata dengan keluarga dan sahabat. Salah satunya bersantai sejenak menikmati pemandangan alam di pegunungan. Jepara memang mempunyai pariwisata yang banyak dan pemandanganan alamnya sangat eksotik, salah satunya adalah hutan pinus “sreni” sebagai salah satu objek wisata alam yang dimiliki oleh kota Jepara.
Sreni Indah adalah salah satu obyek wisata yang terdapat di Jepara. Sreni Indah berjarak 35 km dari pusat kota, tepatnya berada di Desa Bategede kecamatan Nalumsari. Sreni Indah merupakan hutan lindung yang berada di kaki gunung Muria, namun karena keindahan pemandangan perbukitan, persawahan, perkampungan dan juga sungai yang indah, pemerintah kabupaten Jepara meresmikan Sreni Indah sebagai salah satu obyek wisata di Jepara. Biasanya di liburan panjang akhir sekolah seperti saat ini, tempat ini digunakan untuk berkemah dan pendakian. Sreni Indah adalah termasuk tempat perkemahan tingkat nasional, terbukti Sreni Indah berkali-kali menjadi tuan rumah jambore nasional. Hutan yang pernah di gunakan untuk perkemahan Saka Wana Bhakti Tingkat Nasional berdiri di atas lahan seluas 110 hektare (ha). Dan di kelola oleh Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) Kabupaten Jepara.
Bagi anda wisatawan yang suka berpetualang anda harus mencoba ketempat ini untuk berkemah menginap disana menikmati sunyinya malam tanpa terganggu oleh suara-suara bising dari industri dan suara kendaraan yang berlalu lalang.
Di tempat ini biasanya ramai pada hari-hari libur sekolah atau hari minggu biasanya anak - anak muda mudi berbondong bondong ketempat ini, ada yang sekedar menikmati sejuknya alam juga ada yang memadu kasih itu namanya juga para muda mudi.
Tempat ini sangat cocok untuk meringankan penat yang didapatkan setelah bekerja sehari-hari. Pada waktu akhir pekan, banyak pengunjung yang datang ke kawasan Hutan Wisata Sreni Indah ini. Sekedar duduk-duduk bersama keluarga di bawah pohon pinus nan lebat, atau bahkan melakukan aktifitas pendakian dan petualangan mengelilingi hutan pinus ini. Pada waktu libur panjang sekolah atau libur akhir pekan, kegiatan berkemah dilakukan oleh beberapa sekolahan di kawasan ini.
Biasanya tempat ini ramai juga karena dari sekolah-sekolah dari luar kota mengadakan kegiatan disini karena sangat baik sekali tempatnya dan sangat mendukung untuk kegiata di luar sekolah misalnya out bond.
Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil karena akses jalan sudah tertata rapi dan baik. Selain menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum juga tersedia dalam rute melewati hutan wisata Sreni Indah, tetapi pemberangkatannya tidak selalu ada, sekitar 1 jam sekali. Kondisi jalan di tempat ini sama dengan jalanan daerah pegunungan pada umumnya. Berbelak belok dan naik turun, bahakan ada beberapa turunan dan belokan yang curam. Jadi ketelitiah dan kehati-hatian sangat diperlukan untuk menuju tempat ini.
Untuk fasilitas, di tempat ini tidak banyak menyediakan fasilitas. Fasilitas warung-warung makan juga sangat minim karena berada di hutan lindung yang tidak boleh seenaknya mendirikan bangunan. Dengan kondisi seperti itu diharpakan pengunjung menyiapkan bekal secukupnya sebelum melakukan perjalanan ke tempat ini.
Kesejukan seperti berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, serta pemandangan yang indah khas dengan daerah pegunungan akan dapat ditemukan di Hutan Wisata Sreni Indah, kabupaten Jepara.
2.2       Kartini Beach

Kura-Kura Ocean Park di Obyek Wisata Pantai Kartini Jepara merupakan wahana wisata keluarga dan telah dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara pada Hari Selasa, 22 Pebruari 2011. Banguan Kura-Kura terdiri dari 2 lantai yang difungsikan sebagai taman laut di lantai bawah dan sarana pendukung lainnya di lantai atas.
Ide / gagasan awal dibangunnya Kura-Kura Raksasa di Pantai Kartini adalah agar dapat dijadikan ikon kepariwisataan Jepara sekaligus sebagai bangunan monumental yang dapat mengangkat citra Kabupaten Jepara di kancah Nasional maupun Internasional.
Laut di wilayah Kabupaten Jepara, terutama Kepulauan Karimunjawa merupakan daerah endemik satwa laut yang cukup istimewa yaitu penyu sisik. Bahkan sebagai usaha pelestarian, di Pulau Menjangan Besar terdapat penangkaran penyu sisik dimana pelepasan anakan penyu sisik (tukik) ke laut lepas dijadikan event wisata yang cukup menarik. Sebagai wujud kepedulian terhadap lestarinya penyu sisik inilah Pemerintah Kabupaten Jepara memilihnya sebagai ikon untuk memajukan daerah.
Lantai bawah bangunan Kura-Kura yang difungsikan sebagai taman laut terdiri dari sebuah akuarium besar (main aquarium) yang berisi ikan-ikan berukuran besar dari jenis : Hiu, Penyu Sisik, Pari, Giant Trafelly (GT), Kakap, Kerapu, Jenaha, Triger, Mimi & Mintuna, Buntal, dan jenis ikan lainnya. Akuarium dinding berjumlah 12 buah dan 4 buah akuarium meja (portable) berisi beberapa jenis ikan laut dan ikan air tawar berukuran kecil dan sedang.
Ada pula 1 buah kolam sentuh (touch pool) yang berisi ikan komunitas air tawar utamanya kura-kura jinak yang dapat dipegang oleh pengunjung. Dan yang paling istimewa adalah terapi ikan (fish spa) yang berisi ribuan ikan Garra Rufa yang berasal dari Turki.
Bagian depan lantai bawah digunakan sebagai pintu masuk dan keluar, tempat penjualan tiket, dan beberapa kios souvenir khas Jepara. Lantai Atas Bangunan Kura-Kura di rencanakan untuk mini theater dan lounge.

Berikut ini daftar harga tiket masuk :


Tiket
Hari
Pengunjung
Harga Tiket
Kartini Beach
Senin – Jum’at
Anak
 Rp.       7,500
Dewasa
 Rp.     12,500
Sabtu, Minggu dan Hari Libur
Anak
 Rp.     12,500
Dewasa
 Rp.     17,500
Fish Spa
(Spa Ikan)
Senin – Jum’at
Anak
 Rp.     10,000
Dewasa
 Rp.     15,000
Sabtu, Minggu dan Hari Libur
Anak
 Rp.     15,000
Dewasa
 Rp.     20,000
Theater
Kura-Kura
Senin – Jum’at
Anak
 Rp.       2,000
Dewasa
 Rp.       3,000
Sabtu, Minggu dan Hari Libur
Anak
 Rp.       3,000
Dewasa
 Rp.       5,000

Bab III
Pesan dan Kesan

3.1       Hutan Pinus Sreni Indah
Menurut kelompok kami, keadaan di hutan Sreni Indah masih terjaga. Selain udara yang sejuk dan pemandangan alam yang masih asri, Sreni Indah cocok untuk wisatawan yang kesehariannya disibukkan dengan rutinitas perkotaan.
        Namun, keindahan hutan sreni indah ini, belum didukung oleh beberapa faktor pendukung. Persediaan fasilitas-fasilitas pun sangat minim, misalnya saja tidak adanya warung makan, sehingga mengharuskan wisatawan membawa bekal sendiri. Selain itu, ditempat ini tidak tersedia wc umum, sehingga wisatawan terpaksa buang air kecil sembarangan. Bahkan, tak sedikit wisatawan yang buang air kecil di sungai sekitar hutan Sreni yang menimbulkan bau tidak sedap, dan dapat mencemari sungai, padahal sungai ini menjadi salah satu faktor pendukung tempat ini.
3.2       Kartini Beach
Menurut kelompok kami, keunikan icon kura kura raksasa yang tidak dimiliki oleh tempat wisata lain yang menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung ke Kartini Beach. Apalagi letaknya yang dekat pantai dengan kesejukan udaranya sangat menambah pesona Kartini Beach. Tempat wisata ini, juga sudah didukung dengan fasilitas penginapan.
Namun, tempat- tempat untuk berdagang di pantai kartini belum tertata dengan rapi. Banyak  daun - daun yang berguguran dan ketersediaan tempat sampah sangat minim, sehingga banyak wisatawan yang buang sampah sembarangan. Selain itu, ketersediaan air di wc umum masih kurang, sehingga merepotkan wisatawan.


Bab IV
Penutup

4.1       Saran
Sebaiknya, pemerintah dan masyarakat bekerjasama untuk terus mengembangkan tempat – tempat yang dinilai memiliki potensial sebagai objek pariwisata.


Daftar Pustaka















Lampiran

 
  
     

 

Rabu, 24 Desember 2014

Kemacetan Lalu Lintas

Diposting oleh Unknown di 20.59 0 komentar
MAKALAH
BAHASA INDONESIA
“KEMACETAN LALU LINTAS”




Disusun oleh:
Nama  : Nindi Diyah Utari
NIM    : 31411405626




PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2014





KATA PENGANTAR


Permasalahan kemacetan lalu lintas di Indonesia telah menjadi permasalahan yang lumrah namun belum terpecahkan hingga kini. Berbagai aspek telah terkena imbasnya sehingga menyebabkan pemborosan dan penggunaan energi secara tidak efisien. Akibatnya pembangunan dan mobilisasi masyarakat terganggu yang berdampak pada menurunnya produktivitas dalam berbagai bidang pekerjaan. Hal ini bukan hanya dapat menghambat proses pembangunan masyarakat di kota yang mengalami kemacetan tetapi berdampak juga ke daerah sekitarnya.
Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik karena kita sebagai mahasiswa dituntut juga untuk krisis dalam menghadapi masalah ini. Dan bagaimanapun dan kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara kritis, paling tidak kita dapat membantu menemukan solusi dari permasalahan ini dimasa depan sehingga dapat menjadi tonggak meningkatnya pembangunan negeri tercinta kita Indonesia.

 


DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN


Indonesia termasuk negara sedang berkembang, permasalahan yang ada di negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Untuk itu, Indonesia terus membenahi diri melalui pembangunan dari segala aspek. Namun, seiring berjalannya waktu pembangunan mendorong manusia untuk menggunakan transportasi. Transportasi merupakan usaha memindahkan, mengangkut, menggerakkan, atau mengalihkan suatu pemindahan pergerakan barang dari tempat asal ketempat tujuan (Salim, 1993). Hampir setiap orang kini lebih menyukai transportasi dalam bentuk kendaraan pribadi. Padahal penggunaan transportasi yang berlebihan dapat menyebabkan kemacetan.
Kemacetan lalu lintas adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan (Wikipedia, 2014). Kemacetan sering dijumpai di kota-kota besar di Indonesia dan menjadi permasalahan yang sangat besar. Kemacetan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pengguna jalan yang sering melanggar aturan lalu lintas. Dampak dari kemacetan akan menjalar ke berbagai aspek sehingga menyebabkan ketidakefesien waktu dan energi. Apabila permasalahan ini dapat ditanggulangi atau setidaknya diminimalisir maka pembangunan dipusat pemerintahan akan berjalan dengan lebih efisien sehingga dapat mempercepat pembangunan di daerah – daerah. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dipaparkan berbagai hal penting mengenai Permasalahan Kemacetan Lalu Lintas. 


Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan adalah:
a.              Apa yang menyebabkan kemacetan lalu lintas?
b.             Apa dampak negatif dari kemacetan lalu lintas?
c.              Bagaimana upaya mengurangi kemacetan lalu lintas?
Makalah ini dibuat agar masyarakat pada umumnya dan bagi pelajar khususnya bersedia memikirkan masalah kemacetan lalu lintas yang semakin hari kondisinya semakin parah dan mencarikan solusinya. Bukan hanya mengandalkannya kepada pemerintah saja, tetapi juga ikut menjadi bagian dari masalah ini. Pembuatan makalah ini juga bertujuan agar masyarakat mengetahui tentang sebab-sebab kemacetan di Indonesia dan juga dapat mengetahui dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan masyarakat.


BAB II

PEMBAHASAN


Kemacetan transportasi lalu lintas merupakan suatu masalah yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kemacetan transportasi lalu lintas itu bisa terjadi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas itu antara lain:
a.              Adanya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Hal ini sering kali menjadi masalah yang ada di wilayah perkotaan. Kemacetan lalu lintas terjadi karena di kota sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak heran bila kapasitas jalan yang ada di kota tidak bisa menampung semua kendaraan yang ada. Sehingga kemacetan pun tak bisa dihindari.
b.             Adanya pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya. Salah satu faktor yang menjadi penyebab dari kemacetan transporasi lalu lintas adalah adanya pedagang kaki lima yang berjualan dipinggri jalan raya. Biasanya mereka mengambil trotoar sebagai tempat untuk berjualan. Selain sudah menyebabkan kemacetan lalu lintas, pedagang kaki lima ini juga telah mengambil hak pejalan kaki. Sehingga pejalan kaki tidak lagi bisa melewati trotoar, melainkan berjalan melewati jalan raya. Hal itu tentu membahayakan keselamatan para pejalan kaki . Mengapa dengan adanya pedagang kaki lima bisa menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Hal itu bisa terjadi karena banyak dari pengguna jalan raya yang berhenti dipinggir jalan untuk membeli barang kepada pedagang kaki lima. Selain itu pengguna jalan yang membeli barang di pedagang kaki lima biasanya memakirkan kendaraannya di pinggir jalan raya sehingga itu bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas.
c.              Terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadinya kecelakaan lalu lintas juga dapat menyebabkan terjadinya kemacetan transportasi lalu lintas. Karena ketika ada kecelakaan biasanya akan banyak para pengguna jalan yang memelankan laju kendaraanya sehingga itu akan memicu terjadinya kemacetan lalu lintas.
d.             Adanya kendaraan yang diparkir sembarangan di pinggir jalan. Hal ini sudah tentu seringkali menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Di wilayah perkotaan biasnya seringkali ditemui kendaraan yang diparkir secara sembarangan. Hal tersebut bisa terjadi karena minimnya tempat untuk parkir bagi kendaraan yang ada di wilayah perkotaan. Kendaraan yang diparkir di pinggir jalan sudah tentu akan memakan sebagian dari badan jalan yang mana itu akan memicu terjadi kemacetan transportasi lalu lintas.
e.              Beralihnya masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi pribadi. Adanya peralihan masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi pribadi telah memberikan permasalahan baru bagi dunia lalu lintas. Mengapa hal itu terjadi, ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan trasportasi pribadi. Diantaranya adalah karena menggunakan kendaraan pribadi dirasa lebih cepat dan murah. Kendaraan pribadi juga lebih mudah untuk menjangkau daerah tujuan. Namun demikian, ketika semua orang berusaha untuk beralih menggunakan transportasi pribadi. Tidak salah jika jalan-jalan yang ada saat ini menjadi padat dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan pribadi.
Banyak faktor lain selain kelima faktor (komponen) di atas yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, misalnya: penerapan yang keliru terhadap kebijakan dan undang-undang lalu lintas angkutan jalan, keberadaan mall (pintu mall) di tepi jalan raya sehingga keluar masuk kendaraan, orang dan angkutan umum yang ngetem akanmengganggu kelancaran lalulintas, kurangnya jumlah petugas pengatur lalu lintas, demonstrasi, kerusuhan, dan cuaca (hujan deras dan banjir). 
Salah satu masalah yang ada di perkotaan yaitu masalah kemacetan lalu lintas. Masalah kemacetan lalu lintas diperkotaan telah banyak memberikan kerugian bagi berjalannya roda ekonomi suatu negara. Tak jarang masalah-masalah kemacetan ini selalu menjadi masalah yang menyulitkan pemerintah dalam suatu negara untuk membuat kebijakan mengenai lalu lintas.
Ada beberapa macam dampak atau akibat yang ditimbulkan dari kemacetan transportasi lalu lintas, diantaranya yaitu :
a.              Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
b.             Pemborosan bahan bakar kendaraan. Hal demikian dapat terjadi karena kendaraan yang berjalan pelan akan menyita banyak waktu dan energi.
c.              Jalanan yang macet juga mudah menimbulkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
d.             Akan mengganggu aktivitas ekonomi, misalnya aktivitas pengiriman barang.
e.              Menggangu kendaraan darurat, seperti : ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
f.              Meningkatkan stress pengguna jalan.
Masih ada banyak kerugian yang ditimbulkan dengan adanya kemacetan transportasi lalu lintas ini. Bahkan, ekonomi suatu negara bisa menjadi lumpuh gara-gara masalah kemacetan lalu lintas ini.
Dari penjelasan penyebab terjadi kemacetan lalu lintas, sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah kemacetan lalu lintas. Diantaranya adalah pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Namun, kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah sering kali diabaian oleh para penggunan jalan raya. Segala upaya yang dilakukan sebenarnya untuk mengurangi volume kendaraan yang ada dijalan raya. Namun apa daya karena jumlah kendaraan yang tiap hari tidak semakin berkurang membuat masalah kemacetan lalu lintas semakin sulit untuk diatasi.
Berikut beberapa solusi yang dapat digunakan untuk menanggulangi masalah kemacetan lalu lintas:
a.              Penyediaan sarana transortasi umum yang layak. Hal ini dilakukan untuk menarik para penggunan jalan raya agar beralih dari kendaraan pribadi kekendaraan umum.
b.             Penggunaan jalur satu arah. Penggunaan jalur satu arah pada jalan raya ini sangatlah diperlukan untuk menanggulangi masalah kemacetan lalu lintas. Karena jika jalan dijadikan satu arah memungkinkan kendaraan dapat berjalan lebih rapi.
c.              Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi perlu dilakukan karena penyebab kemacetan adalah adanya banyak kendaraan pribadi yang menumpuk di jalanan. Hal ini dikarenakan mudahnya orang memperoleh kendaraan pribadi. Jika pemilikan kendaraan pribadi ini dapat dilakukan, maka ini akan dapat menekan angka kemacetan transportasi lalu lintas di jalan raya.
d.             Larangan tegas bagi pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan dan parkir liar yang sering kali menghambat laju kendaraan.
e.              Memperbanyak armada kendaraan masal yang memadai. Misalnya saja busway seperti yang ada di Jakarta. Atau mungkin juga kereta bawah tanah. Hal ini perlu dilakukan agar pengguna jalan raya mau menggunakan sarana transportasi umum.
f.              Peningkatan kapasitas jalan, misalnya: memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas jika memungkinkan, mengurangi konflik di persimpangan dengan membatasi arus belok kanan.
g.             Menerapkan jam kerja berbeda. Walaupun terkesan hanya memindahkan jam macet tetapi solusi ini memberikan kontribusi mengurai kemacetan lalu lintas.

BAB III

PENUTUP


Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa:
a.              Kemacetan merupakan situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.
b.             Kemacetan terjadi karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan dan dapat disebabkan faktor – faktor lain.
c.              Dampak kemacetan dapat berimbas terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi, psikologis dan kesehatan.
d.             Cara menanggulangi dan meminimimalisir kemacetan yaitu dengan pembangunan sarana dan prasarana bagi para pengguna jalan.
e.              Sebagai mahasiswa kita harus kritis dan menanggapi dengan cepat permasalahan kehidupan yang terjadi saat ini seperti permasalahan kemacetan di Jakarta. Paling tidak dari hal kecil, sehingga untuk hal besar kita akan lebih siap menghadapinya bahkan dapat menanggulanginya.
c.             Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu tua, maka kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi.
d.            Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang melanggar aturan.
e.             Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal, dan hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar.
f.              Memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup sekolah dasar dan sekolah menengah.





DAFTAR PUSTAKA


Salim, A. (1993). Manajemen Transportasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wikipedia. (2014, September 5). Kemacetan. Retrieved Oktober 16, 2014, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan
 

Nindi Diyah Utari Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos